ParaMukmin percaya bahwa injil barnabas adalah injil asli. Beberapa di antara Mukmin juga sering mengutip ayat-ayat tertentu dari injil untuk menyerang AyatAlkitab tentang Ibadah yang Sejati 1. Matius 7:14,15 Ayat 14 dan 15 : "karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya, Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas." AyatAlkitab tentang Disiplin dalam Kehidupan. 1. Efesus 4:14. Ayat 14 : " sehingga kita bukan lagi anak-anak. yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan ,". Dunia dewasa ini cenderung berubah ubah. 1Hadis+at+taubah+ayat+105 2 Surat almaidah ayat 48 3 Surat almaidah48 4 dalil+kitab+injil 5 dalil+kitab+zabur 6 Ad Dzariyat ayat 1 7 Injil 8 Surat at Taubah ayat 105 9 ali imran 10 zabur 11 hadist+al-hujurat+ayat+12 12 Al Isra ayat 26-27 13 Nomor surat 14 Tafsir ibnu katsir qs (Dan apabila dia mengetahui tentang ayat-ayat Kami) yakni PalingSering Dicari. 1 Hadis+at+taubah+ayat+105 2 dalil+kitab+injil 3 dalil+kitab+zabur 4 Dunia ini ujian 5 surat at taubah ayat 105 6 hadist+al-hujurat+ayat+12 7 Hadis+riwayat+muslim:1635 8 Zabur 9 dalil+kitab+taurat 10 QS. Al-Mujadalah ayat 10 11 ibrahim 7 12 Injil 13 Hukum+tajwid+surah+Yusup+ayat+15 14 Al baqarah ayat 208 209 15 Ali imran 16 Nomor surat 17 ilmu 18 Ali imran 159 19 Surat+al 4 Injil palsu Barnabas bab 54 angka 104, Yesus Kristus menyangkal sebagai Al-Masih dan menunjuk datangnya seorang Al-Masih sesudah-Nya. "Hazrat Isa mengaku dan berkata benar: Saya bukan Al-Masih saya sememangnya telah dihantar kepada rumah Israil sebagai nabi penyelamat; tetapi setelah saya akan datangnya Al-Masih" (Injil Barnabas m.s. 54, 104) qjvc. Umat Islam sering mengklaim bahwa isi Taurat, Zabur dan Injil Alkitab sudah berubah. Bahkan beberapa ahli kitab berusaha membuktikannya. Benarkah ada bukti Alkitab dipalsukan? Namun, sama seperti berita lainnya, baik untuk kita tidak langsung percaya. Penting untuk menyelidiki kebenarannya. Penting mukmin mengetahui tentang keaslian Alkitab. Bahwa di dalam Taurat, Zabur, dan Injil terdapat petunjuk dan cahaya kehidupan. “Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya ada petunjuk dan cahaya yang menerangi, dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” Qs 546. Mari kita melihat keabsahan berita ini. Anda akan diteguhkan untuk percaya pada isi Kitab Allah. Pandangan Ahli Agama Mengenai Isi Alkitab Dipalsukan Beberapa ahli kitab percaya isi Alkitab dipalsukan. Salah satu dalilnya dari ayat Al-Quran. “…segolongan dari mereka mendengar firman Allah. Lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya…” Qs 275. Namun, tidak pernah ada detail bukti Alkitab palsu dari berita ini. Mengenai siapa yang memalsukan, bagian mana yang dipalsukan, dan kapan serta dimana pemalsuan itu terjadi. Semua pertanyaan ini tidak pernah terjawab. Juga apakah mungkin isi Taurat, Zabur dan Injil sudah berubah? Bukankah umat Islam perlu menegakkan ajaran Taurat dan injil Qs 568? Jika demikian tidak mungkin ada manusia yang mampu mengubahnya. “Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” Qs 6115. Dari ayat ini, apakah benar Alkitab sudah dipalsukan? Bukankah Allah berkuasa menjaga Firman-Nya? Pandangan dari beberapa penafsir Al-Quran juga berbeda-beda. Berikut ini beberapa contoh pendapat. “Mereka menakwilkannya [menjelaskan] dengan penafsiran yang tidak semestinya” Ibnu Katsir. “Menyatakan bahwa seluruh Kitab Suci terdahulu [Taurat, Zabur, dan Injil] telah dipalsukan, adalah hal yang terlalu mengada-ada” Al-Qasimi. Rupanya beberapa pandangan hanya kurang setuju penafsiran Alkitab. Bukan menyatakan isi Alkitab dipalsukan. Apakah ada bukti isi Alkitrab, Taurat, Zabur dan Injil terjaga keasliannya? Mari kita lihat penjelasannya. Beberapa Pembuktian Bahwa Allah Memelihara Firman-Nya Berikut ini adalah beberapa bukti Alkitab asli. Taurat, Zabur dan Injil terjaga keasilannya. 1. Pembuktian Sejarah. Bangsa Yahudi telah mengenal tulisan dari sejak abad ke 10/ 11 sebelum Masehi. Lebih dari 1500 tahun sebelum bangsa Arab mengenal baca tulis. Orang Yahudi menjaga keaslian naskah melalui cara penyalinan yang sangat ketat. Mereka sangat teliti sehingga jika berbeda satu titik saja maka salinan tidak sah. 2. Pembuktian kopian naskah asli. Ada banyak kopian naskah akurat. Contohnya untuk Taurat dan Zabur ada naskah laut mati. Ini adalah berbagai salinan naskah asli yang ditemukan pada 1947. Penemuan ini membuktikan isi kitab yang ada sekarang, sama dengan yang ada ratusan tahun lalu. Untuk naskah Injil ada banyak sekali kopian naskah aslinya. Ada lebih dari salinan. Semuanya sesuai dengan naskah asli. Salah satu contohnya adalah Codex Vaticanus yang ada 350 tahun sebelum Al-Quran. 3. Pembuktian saksi-saksi awal. Umat Yahudi maupun pengikut Isa mengetahui isi Kitab Suci. Mereka bukan sekadar melafalkan, melainkan mengerti isinya. Karena itu tidak mungkin ada pemalsuan isi kitab. Sebagai contoh umat Yahudi menghafal dan mengerti Taurat. Hal ini berlangsung turun-temurun selama ribuan tahun. Jika ada kopian naskah berbeda, mereka akan langsung menyadarinya. Demikian juga dengan para pengikut Isa. Banyak saksi mata pada zaman Isa yang masih hidup sampai ke masa Paulus. Sehingga sangat mustahil Paulus mampu mengubah isi Injil. Pasti saat itu akan dengan mudah diketahui. Jadi, jelas bahwa memang benar Allah sanggup menjaga firman-Nya. “TUHAN, sabda-Mu teguh selama-lamanya, kekal abadi di surga” Zabur 11989 BIS. Tidak ada yang mampu berubah Kalimat Allah. Anda bisa yakin keaslian isi Taurat, Zabur dan Injil yang ada sekarang ini. Keaslian Isi Kitab Menyatakan Rahmat Allah Salah satu pembuktian utama keaslian kitab adalah ada pesan yang berkesinambungan. Isi Taurat, Zabur, Injil selaras. Ada banyak ramalan dalam Taurat dan Zabur yang tergenapi ratusan tahun setelahnya dalam Injil. Allah menjaga firman-Nya untuk menyatakan pesan-Nya bagi manusia. Pesan Allah ini adalah mengenai pernyataan rahmat-Nya melalui Isa Al-Masih. Ramalan tentang Isa sangat akurat. Beberapa contoh 1. Lahir dari perawan. “…Sesungguhnya, seorang perempuan muda [perawan] mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.” Taurat, Yesaya 714 sesuai dengan Injil, Matius 122-23. 2. Menderita aniaya. “Semua yang melihat aku [Isa Al-Masih] mengolok-olok aku…gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku.” Zabur 228, 17 sesuai dengan Injil, Matius 2667. Isa Al-Masih adalah inti pesan yang terkandung dalam seluruh isi Taurat, Zabur, Injil. Anda bisa mendapatkan rahmat Allah saat mengimani Isa. Anda bisa selamat dari dosa dan masuk surga. Mari mengikuti ajarannya yang terdapat dalam Taurat, Zabur, dan Injil! [Staf Isa dan Islam – Untuk masukan atau pertanyaan mengenai artikel ini, silakan mengirim email kepada Staff Isa dan Islam.] Artikel Terkait Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Adakah Bukti bahwa Alkitab sudah Dipalsukan?” Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut Apakah Ada Perubahan Dalam Injil? Apakah Benar Taurat Dan Injil Sekarang Sudah Tidak Murni? Umat Islam, Hindarilah Injil-Injil Palsu! Penafsir Al-Quran Alkitab Sudah Palsu! Video Mana Yang Asli, Kitab Allah Atau Al-Quran? Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut Bagaimana pendapat Saudara soal pengakuan para penafsir Al-Quran di atas tentang keaslian Alkitab? Menurut penjelasan di atas, apa buktinya Alkitab/Wahyu Allah tidak dipalsukan? Bagaimana sikap kita seharusnya kepada Alkitab, Wahyu Allah yang terpelihara keasliannya hingga saat ini? Jelaksan jawaban Saudara! Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus. Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.” Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS ke 0812-8100-0718 Ramai juga rakyat Malaysia yang gemar membeli buku-buku rujukan agama Islam dari Indonesia, berikutan penerbitan di sana yang nampak lebih rancak bagi memenuhi permintaan masyarakat Indonesia, selaku komuniti terbesar masyarakat Islam di berlaku satu penyebaran versi al-Quran yang dikatakan ada berlaku penambahan dengan wujudnya kemasukan 4 surah tambahan dalam versi al-Quran tersebut. BESARKAN TEKS A- A+ Menurut penyiasatan, terdapat hampir 12 surah palsu yang dicipta untuk ditambah dalam beberapa cetakan Al-Quran, namun ada 4 yang cukup terkenal dan dkenalpasti paling banyak disebar. Tahukah anda mengenai kewujudan 4 surah ini?1. Al-Iman Kepercayaan 'Surah al-Iman' menceritakan berkenaan kisah pengikut Nabi Isa as. yang sedang belayar di atas lautan dengan ombak besar melanda mereka. Dalam kepayahan mereka, mereka ternampak kelibat Nabi Isa sedang berjalan air, yang membuatkan mereka mempersoalkan keadilan Tuhan. Mendengar keluhan mereka, Tuhan pun menegur mereka dan mengingatkan mereka tentang kekuasaan-Nya. Berkat daripada itu, mereka pun diberikan kebolehan untuk berjalan di atas air yang membuatkan mereka terselamat dan mengucapkan 'surah' ini manusia biasa boleh berkomunikasi dengan Tuhan secara terus. Jika anda membaca surah ini, sukar untuk dikenalpasti sama ada mereka itu sedang memohon kepada Tuhan ataupun kepada anak Tuhan. Yang paling jelas, pembohongan paling besar adalah apabila manusia biasa diberikan mukjizat oleh Al-Muslimun Surah Al-Muslimun ini berkisar kepada 'peringatan' yang diberikan kepada kaum Muslimin berikutan ketidak percayaan mereka kepada Allah dan Nabi Isa as, serta diperingatkan apa balasannya jika Muslimin tidak mempercayai kebenaran Nabi Isa Tuhan dalam surah ini menegur Nabi Muhammad saw. kerana telah menyesatkan kaum Muslimin meninggalkan amalan yang dibawa oleh Nabi Isa peringkat akhir surah ini, Nabi Muhammad saw. dikatakan memohon maaf kepada Allah swt. atas kesilapannya menyesatkan orang Islam dan menyesal kerana berjaya dihasut godaan 'surah' ini Rasanya sudah jelas di mana pembohongan surah ini dilakukan. Rasulullah saw. adalah seorang yang terpelihara daripada dosa dan tidak mungkin berjaya diperdayakan syaitan, begitulah juga para Rasul yang Al-Tasajjud Penjelmaan Kisah yang dipaparkan dalam 'surah' ini pula lebih kepada memperingatkan umat Islam berkenaan kekuasaan Allah swt. menjadikan apa saja yang dirasakan mustahil dilakukan.'Surah' ini cuba mengajak umat Islam untuk menerima konsep Nabi Isa as. bukanlah seorang anak kepada Tuhan, tetapi sebenarnya telah pun menjadi sebahagian daripada Allah itu sendiri sejak mula Nabi Isa as. dikatakan dihantar kepada kalangan manusia untuk bercampur gaul dan hidup di kalangan manusia, lalu meninggal di kalangan manusia juga sebelum diangkat 3 hari selepas kematiannya. Isi surah ini cuba memujuk umat Islam untuk menerima konsep Nabi Isa as. itu adalah anak Tuhan dan sesiapa yang tidak mempercayai konsep ini, bersedialah untuk berdepan kemurkaan Allah 'surah' ini Konsep Nabi Isa as. sebagai anak Tuhan dan juga sebahagian daripada Tuhan merupakan satu kesalahan akidah yang Al-Wasaya Perintah Salah satu surah palsu paling pelik yang ada. Kandungannya berkisar kepada perintah-perintah yang dikatakan datang daripada Allah swt. yang bersifat sangat spesifik. Dalam 'surah' ini diletakkan panduan untuk menguap dan larangan meletak gambar anjing di dinding, sebelum mula mengarut dengan larangan keras terhadap dosa besar memakai kasut dengan kaki kiri terlebih itu, dalam surah ini juga terkandung suruhan orang Muslimin untuk menyerang dan membunuh sesiapa saja kaum yang dikatakan golongan munafik. Selain itu, bersumpah dengan nama Allah digalakkan. Isu 'surah' ini Banyak perintah yang disebut dalam 'surah' ini sebenarnya adalah perkara-perkara yang perlu Al-Nurayn dan Al-Wilaya Dua surah ini sudah lama wujud pada kurun ke 17, dengan kedua-duanya dikatakan datang daripada seorang penulis tidak diketahui dari India. Setakat yang diketahui, belum ada lagi mana-mana versi al-Quran yang mempunyai dua surah ini di ditulis oleh pengikut fahaman Syiah yang mengagungkan khalifah ke empat selepas kewafatan Baginda Rasulullah saw. berikutan nama Ali bin Abi Talib disebut dalam kedua-dua surah Al-Nurayn yang membawa maksud 'cahaya' menceritakan tentang dua cahaya yang akan melindungi orang Islam dan menjadi penunjuk kepada jalan yang benar. Dalam 'surah' tersebut, nama Saidina Ali disebut sebagai seorang yang alim yang sentiasa berdoa setiap malam agar Allah mengampunkan dosa-dosa orang dalam surah Al-Wilaya pula hampir serupa dengan kandungan surah Al-Nurayn dari segi temanya; beberapa peringatan terhadap hari Akhirat dan peringatan kepada mereka yang tidak mempercayai kandungan al-Quran. Surah tersebut diakhiri dengan pujian kepada Allah dan juga Ali sebagai saksi yang golongan Muslim haruslah tunduk pada Allah surah yang kami kongsikan di atas dikatakan disebarkan dalam salah satu cetakan Quran di Indonesia, namun tidak dapat dipastikan kesahihan kisah ini, sama ada benar-benar telah diedarkan atau tidak. Surah Al-Nurayn dan surah Al-Wilaya pula telah pun diperdebatkan semenjak kemunculannya dan diakui adalah surah-surah kami berkongsikan berkenaan isu ini hanyalah untuk kita bersama-sama mempunyai sedikit pengetahuan untuk mengenalpasti surah-surah palsu yang ada dan dikatakan kerap diletakkan di dalam sumber-sumber rujukan al-Quran dalam internet, yang amat mudah dibangunkan oleh sesiapa pautan laman rujukan al-Quran yang ada dan pernah memaparkan surah-surah ini sudahpun tidak lagi beroperasi, tetapi adalah lebih baik kita mengetahui sendiri nama-nama 'surah' ini agar kita tidak leka dan membacanya, tanpa sedar surah yang kita baca itu sebenarnya hasil ciptaan manusia enam ini, terdapat beberapa lagi buah surah yang ada yang dinamakan Al-Hayat, Al-Afdal, Al-Mukataa, Al-Kitab, Al-Usfoor, An-Nabi dan Ad-Du'a, masih berlegar-legar di internet. Berhati-hatilah dalam membeli sumber rujukan yang tidak kita ketahui pihak yang tidak dikenali penerbitannya. Sukar untuk dibendung dalam dunia yang bersifat tanpa sempadan, jadi kita perlulah lebih bijak dalam meneliti masalah ini. Oleh Mr. Ressurection Dalam 2 artikel lalu telah kita bahas ayat palsu dan meragukan dari Injil Yohanes dan Markus. Kali ini kami mencoba memaparkan ayat palsu dalam Injil Matius. Nama Injil Matius diambil dari nama pendeta Matius dari gereja Alexandria Mesir dalam bahasa Hebrew. Beliau dipercayai sebagai orang pertama yang menghasilkan risalah kandungan sejarah. Hasil karangan Matius ini dikarang 20 – 27 tahun setelah Nabi Isa tiada. Bahkan kitab asli karangan Matius sendiri telah hilang, ini diakui sendiri oleh umat Kristian. Setelah itu injil dalam Bahasa Yunani dijumpai, dan dikatakan sebagai Injil karangan Matius. Banyak tokoh Kristian menolak pendapat bahwa Injil ini merupakan karangan Matius, tetapi sebaliknya merupakan karangan gurunya, Petrus. Ayat – Matius 1721 Dalam alkitab kuno Matius 17 setelah ayat 20 langsung melompat ke ayat 22, namun di alkitab versi terbaru ada ayat baru muncul, yakni ayat 21 berbunyi TB Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.” Apakah simsalabim tiba-tiba muncul ? hehehehe Ayat – Matius 18 11 Dalam Alkitab kuno, pada matius 18, setelah ayat 10 langsung meloncat ke ayat 12. Ayat 11 kosong. kemanakah ayat tersebut…? Nah, hilang kemana ayat 11…? Dalam Alkitab modern ayat 11 muncul, ini bunyinya, Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang.” Apa komentar pakar Alkitab katolik tentang penyusupan ayat ini…? “Ayat ini tidak asli“. Perjanjian Baru Arnoldus ende halaman 55. Ayat – Matius 2314 Dalam Alkitab kuno, pada matius 23, setelah ayat 13 langsung meloncat ke ayat 15. Ayat 14 kosong. kemanakah ayat tersebut…? Tapi dalam Alkitab modern ayat tersebut tiba-tiba tampil. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat. Alkitab katolik yang diterbitkan oleh LBI cetakan Arnoldus Ende 1987 mengkomentari ini “Ayat ini agaknya tidak asli”. halaman 68. Ayat – Matius 2816-20 Matius 2818 Yesus mendekati mereka dan berkata “KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan bumi. Ayat Matius 2818 ini adalah AYAT PALSU!. Karena Kitab Matius Pasal 28 sebetulnya hanya sampai ayat 15. Sebagai berikut [Matius 2815] Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan CERIRA INI TERSIAR diantara orang Yahudi SAMPAI SEKARANG INI. King James Version [Matthew 2815] So they took themoney, and did as they were taught and this saying is commonly reported amongthe Jews UNTIL THIS DAY. American Standard Version [Matthew 2815] So they took themoney, and did as they were taught and this saying was spread abroad among theJews, and continueth UNTIL THIS DAY. Fokuskan pada kata huruf besar diatas CERITA INI TERSIAR diantara orang Yahudi SAMPAI SAAT INI. Ini adalah KATA-KATA PENUTUP DARI LAZIMNYA SEBUAH CERITA! Pada Alkitab versi King James dan American Standard diatas, jelas sekali tertulis …”Until this day” sampai hari ini. Begitu pula kalau kita melihat Alkitab dalam bahasa sehari-hari [Matius 2815] Maka tentara pengawal itu mengambil uang itu, dan melakukan seperti yang dipesankan kepada mereka. Oleh karena itu cerita itu masih tersiar di antara orang Yahudi SAMPAI PADA HARI INI. Ayat Matius 2815 inilah sesungguhnya ayat terakhir dari Kitab Matius fasal lima ayat berikutnya,Matius 2816-20, adalah ayat-ayat yang baru ditambahkan oleh Gereja kemudian. [Matius 28] Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. [2817] Ketika melihat Dia mereka menyembahNya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. [2818] Yesus mendekati mereka dan berkata “KepadaKu telah diberikan segalakuasa di sorga dan di bumi. [2819] Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislahmereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, [2820] dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Mereka yang dikaruniai akal sehat dan membaca Kitab Matius fasal 28 ini dengan cermat akan segera mendeteksi bahwa Injil Matius 2815 merupakan penutup Injil Matius 28.“Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan CERITA INI TERSIAR diantara orang Yahudi SAMPAI SAAT INI” Matius 2815. Perhatikan kata-kata yang huruf besar diatas, “CERITA INI TERSIAR SAMPAI SAAT INI” ;Sampai hari ini menunjukkan bahwa peristiwanya sudah lama berlalu. Ini memperlihatkan bahwa Injil ini sudah lama selesai ditulis. Cerita ini sudah menjadi cerita rakyat yang terus dipupuk selama puluhan tahun, baru kemudian ayat 16-20 karena Gereja ingin menambahkan doktrin keimanan mereka dalam Injil, sehingga tanpa malu-malu mereka menambahkan ayat-ayat palsu tersebut, walaupun akhirnya janggal di kuping yang tulisan yang ada pada ayat Matius 28 pasal 15 itu seharusnya akan ditaruhnya pada akhir ayat Matius 28 atau tepatnya SETELAH/PADA ayat Matius 2820! Perhatikan kalimat “… CERITA INI TERSIAR DIANTARA ORANG YAHUDI SAMPAI SAAT INI!” ;sampai hari ini/until this day Kalimat begini kan jelas merupakan SEBUAH KALIMAT PENUTUP! Semoga apa yang dimaksudkan dalam pemaparan lni bisa difahami oleh rekan-rekan sekalian. Baiklah akan kita jelaskan lagi. – Matius 28 pasal 11-15 adalah berisikan mengenai Dusta Mahkamah Agama cerita mengenai serdadu-serdadu romawi disogok. Menariknya adalah sebagian tulisan terakhir dari ayat itu CERITERA INI TERSIAR DIANTARA ORANG YAHUDI SAMPAI SEKARANG INI’. Kalau ibarat film kalimat macam beginikan sama artinya dengan kalimat THE END’ atau kalau dalam komik TAMAT’ – Matius 28 pasal 16 sampai 20 intinya adaalah perintah untuk memberitakan Injil kepada seluruh makhluk, padahal dulu jelas-jelas Yesus telah memerintahkan kepada murid-muridnya untuk HANYA menyebarkan Injil kepada bangsa Yahudi saja Matius 155-6 & 1524-26, tapi sekarang fokus kita adalah ini bukan ke pertentangan masalah tersebut. Silahkan perhatikan lagi [Matius 28] ….. Silahkan baca diatas [Matius 2817] ….. [Matius 2818] ….. [Matius 2819] Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,[2820] dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Sekarang kita tanya. Apakah cerita ketika Yesus memerintahkan untuk menyebarkan Injil kepada seluruh bangsa seperti dikatakan dalam ini TIDAK TERSIAR SAMPAI SAAT INI……????? Jelas sampai sekarang cerita tersebut masih tersiar bahkan cerita ini JAUH LEBIH TERSIAR daripada cerita dalam mengenai dusta mahkamah agama serdadu romawi disogok itu. Tapi mengapa tullsan“…CERITA INI TERSIAR SAMPAI SAAT INI” sudah ada sebelum Yaitu tepatnya pada ayat ? Sebabnya karena memang ayat itulah sebetulnya AYAT PENUTUP dari Injil Matius 28! Seharusnya kalau ayat-ayat Kitab Matius 2816 itu benar-benar ada, maka sebagai ayat penutup Matius 28 adalah ayat dan isinya seharusnya sbb [2820] dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. DAN CERITA INI TERSIAR SAMPAI SAAT INI. Masalahnya adalah kalau memang ayat itu benar-benar ada dan merupakan kelanjutan dari maka kalimat “… CERITA INI TERSIAR SAMPAI SAAT INI”.. alias kalimat “THE END” atau “TAMMAT” itu harusnya baru ada setelah Ayat Matius pasal 2820 atau menjadi ayat terakhir dari Matius 28! Karena bukankah KEDUA CERITA itu tentang serdadu romawi disogok MAUPUN tentang perintah dari Yesus untuk menyebarkan Injil MERUPAKAN SATU RANGKAIAN CERITA? Merupakan bagian-bagian cerita YANG SAMBUNG-BERSAMBUNG dalam Injil Matius 28? Kenapa ketika belum sampai ayat melainkan baru sampai sudah ada tulsan “memvonis” seperti lazimnya seorang kakek yang ingin menyudahi cerita ketika sedang mendongeng kepada cucunya“KISAH/TULISAN INI MASIH TERSIAR SAMPAI SEKARANG INI CUCUKU!” Masalah ini kalau mau dianalogikan, ibarat komik yang terdiri dari jumlah keseluruhan 100 halaman, jelas halaman terakhirnya dari komik tersebut adalah halaman 100 analogi dengan Kitab Matius 28; Halaman 100 itu sama dengan kita lanjutkan kembali. Maka seharusnya tulisan THE END’ atau TAMAT’ untuk mengakhiri, atau sebagai penutup dari komik tersebut harusnya juga adanya di halaman terakhir buku tersebut, yaitu halaman 100. Seperti juga seharusnya kalimat CERITA INI TERSIAR SAMPAI SAAT INI’ pada Matius 28 harusnya juga ada pada ayat terakhir pada Matius 28 itu yaitu tepatnya pada ayat Matius 2820. Kok pada kenyataannya sekarang ini kalimat CERITA INI TERSIAR SAMPAI SAAT INI’ dalam Matius pasal 28 kok sudah ada pada ayat ke-15nya -harusnya pada Matius pasal terakhir/ke-220 donk-?!?!? Ini sama ajatulisan THE END’ atau TAMMAT’ dalam komik yang saya ceritakan diatas itu sudah ada pada halaman 90! Atau malah baru di halaman 70 dsb! -Harusnya yang benar pada halaman terakhirnya alias halaman 100 donk!… Jadinya tulisan “CERITAINI TERSIAR SAMPAI SAAT INI’ dalam Matius 28 dan tulisan THE END’/’TAMAT’ dalam komik diatas itu ibarat bayi berarti LAHIRNYA TERLALU CEPAT alias PREMATURE! Harusnya baru muncul pada ayat kok sudah ada pada ayat Harusnya baru ada pada halaman 100 kok sudah keburu nongol pada halaman 90! Mengenai ayat-ayat palsu yang baru ditambahkan oleh Gereja ini, perhatikanlah pernyataan para pakar Alkitab dan sejarah pemikiran Kristen seperti Hugh J. Schonfield, nominator pemenang Hadiah Nobel tahun 1959, dalam bukunya The Original New Testament, hal. 124“This Matthew 2815 would appearto be the end of the Gospel of Matthew. What follows Matthew 2816-20 fromthe nature of what is said, would then be a latter addition”“Ayat ini Matius 2815 nampak sebagai penutup Injil Matius. Dengan demikian, ayat-ayat selanjutnya Matius 2816-20, dari kandungan isinya, nampak sebagai ayat-ayat yang BARU DITAMBAHKAN KEMUDIAN”. Selanjutnya, Robert Funk, Professor Ilmuu Perjanjian Baru, Universitas Harvard, dalam bukunya The Five Gospels, mengomentari ayat-ayat tambahan ini sebagai berikut“The great commission in Matthew2818-20 have been created by the individual evangelist… reflect the evangelist idea of launching a world mission of the church. Jesus probablyhad no idea of launching a world mission and certainly was not the institusion builder. is is not reflect direct instruction from Jesus” “Perintah utama dalam Matius 2818-20… diciptakan oleh para penginjil….memperlihatkan ide untuk menyebarkan ajaran Kristen ke seluruh dunia. YESUS SANGAT MUNGKIN TIDAK MEMILIKI IDE UNTUK MENGAJARKAN AJARANNYA KE SELURUH DUNIA DAN Yesus SUDAH PASTI BUKANPENDIRI LEMBAGA INI agama Kristen. Ayat ini tidak menggambarkan perintah yang diucapkan Yesus” Lagi pula meskipun SEANDAINYA ;hanya pengandaian, karena sudah terbukti ini ayat palsu ayat tersebut benar diucapkan Yesus, belum dapat dianggap sebagai rumusan Trinitas, sebab ayat ini hanya menyebut tiga oknum, dan tidak pernah mengatakan bahwa yang tiga tersebut adalah satu. CATATAN Orang kristen suka membuat alasan seperti ini {{yang dikatakan ayat-ayat palsu di atas kan tidak tercantum Naskah WH wesscott & Hort dan Justru di Naskah TR tek receptus dimana ayat -ayat yang di bilang palsu itu justru ada, karena teks TR adalah Naskah yang dijadikan rujukan dan banyak di terima,}} Justru alasan di atas adalah alasan kurang tepat karena naskah Westcott/Hort WH yang diteruskan oleh Nestle/K. Aland dan dikenal sebagai Revised Text berasal dari manuskrip sekitar abad ke-4 Masehi yang kemudian dikenal sebagai naskah Aleksandria, sedangkan naskah Stephanus yang dikenal dengan Textus Receptus TR berasal dari manuskrip sekitar abad ke-7 Masehi yaitu naskah Barat Western-type text, jadi Naskah WH adalah Lebih tua di banding Naskah TR, maka yang lebih tepat justru naskah WH lah yang tepat untuk di jadikan acuan di banding TR, karena semakin tua suatu naskah maka ia akan semakin mendekati keasliannya, kalo sekedar untuk perbandingan, boleh-boleh saja kita menggunakan TR. Benarkah Al-Quran menuliskan bahwa Alkitab sudah tidak asli? Untuk mendukung pernyataan di atas, Mukmin mengutip Qs 275 yang berbunyi, “apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?” Bila memang benar demikian, lalu Siapakah yang memalsukan? Kapan dan dimana pemalsuan itu terjadi? Bagian Alkitab mana yang dipalsukan? Silakan mempelajari infografis di bawah dan temukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas. Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut Bagaimana pendapat Saudara soal pengakuan para penafsir Al-Quran di atas tentang keaslian Alkitab? Berdasarkan penjelasan di atas, adakah bukti bahwa Alkitab sudah palsu? Bila ada, sebutkan dan jelaskan alasannya! Bagaimana seharusnya sikap kita kepada Alkitab yang terpelihara keasliannya hingga saat ini? Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus. Artikel Terkait Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silahkan klik pada link-link berikut Pandangan Penafsir Al-Quran Soal Bukti Alkitab Palsu Apakah Benar Taurat dan Injil yang Sekarang Tidak Murni? Apakah Ada Perubahan Dalam Injil? Video Al-Quran dan Alkitab – Perubahan Dalam Terjemahan Mana Yang Asli – Kitab Allah atau Al-Quran? Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.” Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS/WA ke 0812-8100-0718 Pendahuluan Selain ajaran “kegenapan Injil Yesus Kristus” A&P 209, Kitab Mormon membentengi para pengikut Kristus terhadap ajaran-ajaran palsu dan gagasan-gagasan lazim di zaman akhir. Satu cara itu menyelesaikan hal ini adalah dengan memaparkan musuh-musuh Kristus dan mengidentifikasi ajaran-ajaran palsu yang mereka sebarkan. Sewaktu siswa menelaah laporan tentang guru-guru palsu dalam Kitab Mormon, mereka akan belajar untuk memperbedakan antara kebenaran-kebenaran Injil dan konsep-konsep palsu dunia. Bacaan Latar Belakang Dallin H. Oaks, “Jangan Tertipu,” Ensign atau Liahona, November 2004, 43–46. Dallin H. Oaks, “As He Thinketh in His Heart” suatu malam bersama Penatua Dallin H. Oaks, 8 Februari 2013, Neil L. Andersen, “Angin Puyuh Rohani,” Ensign atau Liahona, Mei 2014, 18–21. Saran untuk Pengajaran 2 Nefi 283–9, 12–15; Yakub 71–12; Alma 12–6; 3012–18, 39–44; Joseph Smith—Matius 122 Mengidentifikasi dan melindungi diri kita sendiri terhadap ajaran-ajaran palsu Mintalah siswa untuk mempertimbangkan opini-opini berbeda yang ada di dunia mengenai isu-isu seperti yang berikut Kebenaran pemberian Allah versus relativisme moral gagasan bahwa tidak ada yang benar dan yang salah secara universal, kebebasan beragama versus hak-hak dari kelompok minat khusus, dan hak untuk aborsi versus hak untuk hidup. Sewaktu Anda membahas isu-isu ini, pertimbangkan menuliskannya di papan tulis. Berilah siswa beberapa menit untuk membahas mengapa kita harus berhati-hati untuk memeluk gagasan-gagasan yang tidak benar. Jelaskan bahwa menjelang akhir hidup-Nya, Yesus Kristus menubuatkan tentang bahaya kondisi-kondisi rohani yang akan ada di zaman akhir. Undanglah siswa untuk membaca Joseph Smith—Matius 122. Anda mungkin ingin menandaskan bahwa frasa “yang terpilih menurut perjanjian” [diterjemahkan secara bebas] merujuk pada para anggota Gereja Yesus Kristus Apa ancaman yang “Kristus-Kristus palsu” dan “nabi-nabi palsu” sajikan di zaman kita? Perlihatkan pernyataan berikut oleh Presiden Ezra Taft Benson 1899–1994. GambarPresiden Ezra Taft Benson “Kitab Mormon menyingkapkan musuh Kristus. Itu mempermalukan ajaran-ajaran palsu dan meredam perselisihan lihat 2 Nefi 312. Itu membentengi para pengikut Kristus yang rendah hati terhadap rancangan, strategi, dan ajaran jahat dari iblis pada zaman kita. Jenis pemurtad dalam Kitab Mormon serupa dengan jenis yang kita miliki zaman sekarang. Allah, dengan prapengetahuan-Nya yang tak terbatas, demikianlah mencetak Kitab Mormon agar kita bisa melihat kesalahan serta mengetahui bagaimana memerangi konsep pendidikan, politik, keagamaan, dan filsafat yang palsu pada zaman kita” Ajaran-Ajaran Presiden Gereja Ezra Taft Benson [2014], 259. Apa yang pernyataan ini ajarkan mengenai bagaimana menelaah Kitab Mormon dapat melindungi kita dari ajaran-ajaran palsu? Pastikan siswa mengidentifikasi asas ini Sewaktu kita menelaah Kitab Mormon dan menerapkan ajaran-ajarannya, kita dibentengi terhadap iblis dan ajaran-ajaran dan konsep-konsep palsu di zaman kita. Apa keuntungan yang ada dalam mempelajari strategi Setan sebelum Anda benar-benar menghadapinya? Mintalah beberapa siswa untuk bergiliran membacakan 2 Nefi 283–9 dengan lantang sementara anggota kelas mencari gagasan-gagasan palsu yang Nefi katakan akan menjadi lazim di zaman kita. Anda dapat mengimbau siswa untuk menandai kata dan frasa yang penting. Undanglah siswa untuk membagikan apa yang mereka identifikasi, dan kemudian tanyakan Apa saja contoh zaman modern tentang gagasan-gagasan palsu ini? Contoh dapat mencakup yang berikut relativisme moral; kepercayaan bahwa karena kasih besar Allah bagi kita, Dia tidak menghukum dosa; dan prasangka terhadap umat Kristen, yang sering terlihat sebagai fanatik. Untuk membantu siswa menjawab pertanyaan ini, bagikan pernyataan berikut oleh Penatua M. Russell Ballard dari Kuorum Dua Belas Rasul Mintalah siswa untuk mendengarkan ajaran-ajaran palsu yang mereka telah hadapi. GambarPenatua M. Russell Ballard “Nabi-nabi palsu dan guru-guru palsu adalah mereka yang memberitakan bahwa Nabi Joseph Smith adalah penipu ulung; mereka menentang Penglihatan Pertama sebagai suatu pengalaman otentik. Mereka memberitakan bahwa Kitab Mormon dan tulisan suci lainnya bukan merupakan catatan kuno tulisan suci. Mereka juga mencoba untuk menegaskan kembali sifat tubuh Ke-Allah-an, dan mereka mengingkari bahwa Allah telah memberi dan terus memberikan wahyu zaman akhir kepada para nabi yang telah ditahbiskan dan ditetapkan-Nya. … Mungkin yang paling memberatkan, mereka mengingkari kebangkitan dan Pendamaian Kristus, berdebat bahwa tidak ada Allah yang dapat menyelamatkan kita. Mereka menolak kebutuhan akan seorang Juruselamat. Singkatnya, pemfitnah ini berusaha untuk menafsirkan kembali ajaran-ajaran Gereja untuk menyesuaikan dengan pendapat mereka sebelumnya, dan dalam proses mengingkari peranan Kristus dan Mesias-Nya. Nabi-nabi palsu dan guru-guru palsu juga adalah mereka yang berusaha untuk mengubah ajaran-ajaran yang diberikan Allah dan berdasarkan tulisan suci yang melindungi kesucian pernikahan, sifat ilahi keluarga, dan ajaran penting tentang moralitas pribadi. Mereka menyerukan penegasan kembali tentang tentang moralitas untuk membenarkan tentang pernikahan di luar pernikahan, perzinaan, dan hubungan homoseksual” “Beware of False Prophets and False Teachers,” Ensign, November 1999, 63–64. Undanglah siswa untuk menyelidiki 2 Nefi 2812–15, dengan mencari konsekuensi dari memercayai ajaran-ajaran palsu. Apa beberapa konsekuensi dari memercayai ajaran dan gagasan palsu? Peragakan pernyataan berikut dari Penatua Ulisses Soares dari Presidensi Tujuh Puluh, dan mintalah seorang siswa untuk membacakannya dengan lantang GambarPenatua Ulisses Soares Kita tidak bisa membiarkan diri kita dibingungkan oleh pesan-pesan populer yang mudah diterima oleh dunia dan yang bertentangan dengan ajaran serta asas-asas yang benar dari Injil Yesus Kristus. Sebagian besar dari pesan-pesan duniawi ini tidak mewakili apa pun selain upaya dari masyarakat kita untuk membenarkan dosa” “Ya, Kita Dapat dan Akan Menang!” Ensign atau Liahona, Mei 2015, 75. Apa yang Penatua Soares katakan adalah tujuan dari banyak pesan populer yang bertentangan dengan Injil Yesus Kristus? Pastikan siswa mengidentifikasi kebenaran ini Setan menggunakan ajaran-ajaran palsu untuk membujuk kita berbuat dosa. Anda dapat merujuk pada Alma 3053 untuk informasi lebih lanjut. Bagilah siswa menjadi tiga kelompok. Tulislah petikan-petikan tulisan suci berikut di papan tulis, dan tugasi setiap kelompok untuk menelaah salah satu petikan ini Yakub 71–7; Alma 12–6; atau Alma 3012–18. Mintalah siswa untuk mengidentifikasi beberapa ajaran palsu yang diajarkan oleh Serem, Nehor, dan Korihor dan tulislah itu di papan tulis di bawah judul yang tepat. Bagaimana Anda telah melihat ajaran-ajaran atau gagasan seperti yang tertera di papan tulis yang memengaruhi para anggota Gereja di zaman sekarang? Undanglah siswa untuk membandingkan Yakub 75, 8–12 dan Alma 3039–44 untuk mengetahui apa yang membentengi Yakub dan Alma terhadap ajaran-ajaran palsu Serem dan Korihor. Catatan Membandingkan adalah keterampilan penelaahan tulisan suci. Menyimak kesamaan “antara ajaran, orang, atau peristiwa dapat mendatangkan kebenaran-kebenaran ke dalam fokus yang lebih tajam” [Gospel Teaching and Learning [Pengajaran dan Pembelajaran Injil Buku Pegangan untuk Guru dan Pemimpin di Seminari dan Institut Religi 2012, 22]. Apa yang membentengi Yakub dan Alma terhadap ajaran-ajaran palsu? Jawaban hendaknya mencakup yang berikut pengalaman rohani sebelumnya, pengetahuan tentang tulisan suci, pengetahuan yang diperoleh dari Roh Kudus, dan kesaksian tentang Kristus. Apa asas yang dapat kita pelajari dari tanggapan Yakub dan Alma terhadap ajaran-ajaran palsu ini? Bantulah siswa mengidentifikasi asas ini Ketika kita bersandar pada kesaksian kita tentang Kristus dan mencari bimbingan Roh Kudus, kita dapat mengatasi tantangan-tantangan bagi iman kita. Bagaimana kesaksian Anda telah diperkuat sewaktu Anda menentang ajaran-ajaran palsu atau kritikan terhadap kepercayaan Anda? Imbaulah siswa untuk membagikan apa yang mereka lakukan untuk melindungi diri mereka dari ajaran-ajaran palsu yang dapat mengikis iman mereka kepada Yesus Kristus dan Injil-Nya yang dipulihkan. 2 Nefi 2629; 3 Nefi 1824; 2727 Mengenali bahaya penipuan imam Beri tahulah siswa bahwa sejumlah bahaya rohani terhadap Gereja datang dari para anggota dalam Gereja. Mintalah seorang siswa untuk membacakan 2 Nefi 2629 dengan lantang, sementara anggota kelas mencari bahaya rohani yang diuraikan oleh Nefi. Menurut petikan ini, apakah penipuan imam itu? Ketika orang-orang mengkhotbahkan Injil untuk kemasyhuran atau kemakmuran pribadi alih-alih untuk kesejahteraan anak-anak Allah. Dalam hal apa penipuan imam menciptakan bahaya rohani bagi anggota Gereja? Untuk membantu menjawab pertanyaan ini, undanglah seorang siswa untuk membacakan pernyataan berikut oleh Penatua M. Russell Ballard GambarPenatua M. Russell Ballard “Marilah kita waspada terhadap nabi-nabi palsu dan guru-guru palsu, baik pria maupun wanita, yang menunjuk dirinya sendiri memberitakan ajaran-ajaran Gereja dan yang berusaha untuk menyebarkan Injil palsu dan menarik pengikutnya dengan mensponsori simposia, buku, dan koran yang isinya menentang ajaran dasar dari Gereja. Waspadalah terhadap mereka yang berbicara dan muncul dalam pertentangan terhadap para nabi sejati Allah dan yang secara aktif mencari anggota dengan tidak memedulikan atas keberadaan kekal orang-orang yang mereka bujuk” “Beware of False Prophets and False Teachers,” Ensign, November 1999, 63. Bagaimana Anda dapat melindungi diri Anda dan yang lain dari penipuan imam? Bagaimana Anda membela ajaran-ajaran Gereja ketika orang lain berbicara menentang para nabi zaman akhir Allah? Beri tahulah siswa bahwa Juruselamat mengajarkan kepada para murid-Nya bagaimana mereka yang mewakili Dia hendaknya mengajar dan memengaruhi orang lain? Mintalah siswa untuk membaca dalam hati 3 Nefi 1824 dan 3 Nefi 2727, dengan mencari bagaimana pelayanan Injil sejati berbeda dengan penipuan imam. Bagaimana motif dan tindakan dari para guru dan pemimpin yang saleh berbeda dengan motif dan tindakan dari mereka yang bersalah dari penipuan imam? Para siswa hendaknya mengidentifikasi kebenaran berikut Para murid Yesus Kristus berusaha untuk melayani dan memberkati orang lain dengan mengarahkan mereka kepada-Nya. Moroni 712–17; Eter 411–12 Membedakan kebenaran dari kesalahan Mintalah siswa untuk memikirkan tentang suatu waktu ketika seseorang mempertanyakan atau mengkritik kepercayaan agama mereka. Undanglah satu atau dua siswa untuk secara singkat membagikan pengalaman mereka. Undanglah beberapa siswa untuk bergiliran membaca dengan lantang Moroni 712–17 dan Eter 411–12 sementara anggota kelas menyimak, dengan mencari bagaimana membedakan apakah sesuatu berasal dari Tuhan atau dari iblis. Apa yang Anda pelajari dari petikan ini mengenai bagaimana kita dapat menghakimi antara yang baik dan yang jahat? Pastikan siswa memahami asas berikut Segala sesuatu yang berasal dari Allah mengundang kita untuk berbuat kebaikan, untuk memercayai Yesus Kristus, dan untuk mengasihi serta melayani Allah. Undanglah seorang siswa untuk membaca dengan lantang pernyataan berikut dari Presiden Ezra Taft Benson GambarPresiden Ezra Taft Benson “Izinkan saya menyarankan tiga ujian singkat untuk menghindari ditipu. … 1. Apa yang kitab standar katakan mengenai itu? … 2. Panduan yang kedua adalah apa yang para Presiden Gereja zaman akhir katakan mengenai topik tersebut—khususnya Presiden yang hidup? …. … 3. Ujian yang ketiga dan terakhir adalah Roh Kudus—ujian dari Roh. … Ujian ini hanya dapat sepenuhnya efektif jika saluran komunikasi seseorang dengan Allah bersih dan bajik dan tidak disesaki dengan dosa” dalam Conference Report, Oktober 1963, 16–17. Untuk mengakhiri, mintalah siswa untuk merenungkan bagaimana mereka dapat dengan lebih baik menggunakan tulisan suci, perkataan para nabi, dan Roh Kudus untuk mengidentifikasi ajaran-ajaran palsu dan menghindari ditipu. Anda dapat mengimbau mereka untuk menelaah Yakub 7, Alma 1, dan Alma 30 secara lebih detail dan merenungkan bagaimana pasal-pasal ini dapat membantu mereka dengan lebih baik membedakan antara kebenaran dan kesalahan. Bacaan Siswa 2 Nefi 2629; 283–9, 12–15; Yakub 71–12; Alma 12–6; 3012–18, 39–44; 3 Nefi 1824; 2727; Eter 411–12; Moroni 712–17; Joseph Smith—Matius 122. Neil L. Andersen, “Angin Puyuh Rohani,” Ensign atau Liahona, Mei 2014, 18–21.

ayat alquran tentang injil palsu